Inilah AkuIni adalah tulisan pertama yang aku buat untuk blog terbaruku ini. Blog, sebenarnya suatu yang tidak asing lagi bagiku coz dah lebih dari 4 tahun lebih aku terjun mendalami ilmu membuat “rumah maya”. Tapi selama itu aku belum pernah membuat blog secara serius, karena aku punya anggapan blog hanyalah tempat untuk curhat. Aku pernah punya blog di blogger atopun wordpress (sebelum blgo ini), bahkan multiply dan penyedia-penyedia layanan sejenis. Aku teringat saat pertama aku kenal internet (tahun 2000, saat duduk di kelas 1 SMA) dan bisa kirim surat lewat media ini, hampir semua layanan penyedia email gratis aku gunakan. Mudah-mudahan blog ini tidak bernasip sama dengan blog-blog sebelumnya yang memang aku buat dengan tujuan yang tak jelas dan untuk menghilangkan rasa keingin-tahuanku saja.

Sebenarnya tidak semua blogku yang bernasip demikian. Sebelum blog ini aku buat, aku pernah buat blog dengan CMS karya anak negeri. Waktu itu aku menggunakan domain sendiri yang aku dapat dari Depkominfo saat masih menggratiskan dot id. Blog itu aku buat dan aku isi dengan tulisan-tulisan yang aku buat sendiri. Blog yang aku kasih title Non Blog ini aku gunakan tidak hanya media curhatku, tapi aku juga nyoba untuk menampilkan beberapa tulisan opiniku yang tidak dimuat di media cetak serta media untuk menanggapi kebijakan-kebijakan birokrat dan fenomena-fenomena yang muncul. Tapi seiring dengan terbentuknya PANDI dan adanya biaya untuk domain dot id, blogku hilang dan lupa tak terselamatkan datanya.

Tulisan pertamaku di blog ini, aku coba untuk kembali memaparkan pengalaman sebagai orang yang punya banyak “rumah di dunia maya”. Memang, sudah lebih dari 10 website yang sudah aku online-kan, baik yang aku buat untuk diriku sendiri ataupun untuk orang lain dengan bermacam tujuan. Secara berkala selama 2 tahun terakhir, aku juga jadi admin website organisasi yang aku ikuti dan pernah aku pimpin. Tapi ketika jadi admin website itu, aku lebih banyak cuma mem-posting artikel yang sudah ada dan sudah dipersiapkan redaksi. Aku cuma menulis beberapa kali saja. Web lain yang aku buat, biasanya untuk keperluan bisnis (tapi, sampai sekarang belum pernah dapat uang darinya). Bisnis yang aku maksud ini, bukan adsense atopun affiliate, waluapun ada beberapa webku yang aku isi edsense indonesia.

Terkait dengan judul yang aku tulis di atas, itulah obsesiku saat ini. Ketika kuliah sudah mengalami kebutuan “jalan”, aku putuskan untuk terjun lebih serius untuk menjadi blogger. Tapi keinginan yang besar masih aku miliki untuk dapat lulus, wisuda dan ada gelar di belakang namaku. Andai saja ada yang mau memfasilitasiku untuk mewujudkan cita-citaku ini, aku akan dengan senang hati menerimanya.

Kenapa aku ingin jadi blogger, simpel saja alasanku. Dengan menjadi blogger, aku akan merasa jadi orang yang paling merdeka (siapa sih yang ingin jadi orang tertindas terus?). Dengan menjadi blogger, aku juga bisa menyalurkan hobi membaca dan nge-net-ku serta menulis (walaupun kalo hobi yang ini hanya aku lakukan kalau lagi mood).

Tapi yang sekarang jadi pertanyaanku, apakah aku bisa tetap bertahan hidup hanya dengan blog? Mungkin sebagian dari Anda akan menjawab ya. Tapi aku yakin, malah sebagian dari Anda akan menjawabnya tidak. Sebenarnya banyak bisnis internet yang menjanjikan ini dan itu, tapi sampai saat ini aku masih belum tertarik dengan itu, karna aku melihat sebagian bisnis internet tak ubahnya MLM. Aku mulai untuk mencari sekeping uang dari internet dengan menyediakan layanan pembuatan hompage atau blog. Juga beberapa membuat website untuk keperluan bisnis, misalnya portal bisnis atau penyedia layanan iklan baris gratis. Tapi itu semua malah membuat uang sakuku tipis. Penghasilan dari beberapa kali aku membuat web, mungkin hanya cukup untuk berlangganan akses internet selama 3 bulan. Sisanya? Ya uang sakuku.

Tapi rasa optimisku untuk menjadi seorang blogger tetap besar. Sampai sekarang aku masih menyimpan profil Pak Nurcholis (pembuat eNdonesia) dari salah satu koran nasional yang hampir setiap hari aku baca. Pak Nurcholis yang sekarang bekerja ala kadarnya (karena di artikel itu disebutkan, “Nurcholis menerima pekerjaan las”), masih bisa menghidupi keluarganya dari Google adsense yang ada di website-websitenya. Pak Nurcholis “eNdonesia“, sungguh menjadi inspirasi bagiku. Dan sebenarnya masih banyak orang yang bisa hidup dengan blog, tapi aku blom tau.

Entah apa yang nanti akan terjadi dengan cita-cita “gilia”-ku ini? Terwujud atau tidak, bagiku urusan nanti. Yang terpenting sekarang bagiku adalah aku masih punya rejeki yang aku gunakan untuk mendukungku ngeblog, ngeblog dan ngeblog lagi. Bagiku sekarang; internet, email, blog dan komputer adalah nafasku. Dan tak lupa juga, aku masih ingin segera lulus, bahagiakan orang tua, ada rejeki untuk modal nikah dan bisa hidup dengan wanita yang tak nikahi.

Advertisements